Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kalahkan Toyota, BYD Kuasai 20 Persen dari Total Penjualan Mobil

        Kalahkan Toyota, BYD Kuasai 20 Persen dari Total Penjualan Mobil Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mobil BYD semakin populer seiring konsumen Singapura mulai meninggalkan persepsi bahwa 'buatan China' adalah pilihan kedua terbaik.

        Produsen kendaraan listrik (EV) asal China, BYD, telah menyalip Toyota sebagai mobil terlaris di Singapura dan hal ini disebabkan oleh kombinasi harga yang menarik dan sentimen merek yang semakin positif terhadap teknologi China, menurut para pengemudi dan analis.

        Dikutip dari CNA, data dari Otoritas Transportasi Darat (LTA) menunjukkan bahwa BYD menjual 3.002 mobil, atau 20 persen dari total penjualan kendaraan di Singapura dalam empat bulan pertama tahun ini.

        BYD mengungguli Toyota sebagai mobil terpopuler yang menjual 2.050 mobil pada periode yang sama dan jauh melampaui penjualan pesaing utamanya di pasar EV, Tesla, yang menjual 535 mobil.

        Pada tahun 2024, Toyota menjual 7.876 mobil di sini, lebih banyak daripada 6.191 mobil yang dijual BYD.

        Namun, menurut data LTA, BYD hanya menjual tiga mobil di Singapura pada tahun 2020. Angka ini meningkat menjadi 89 pada tahun 2021, 786 pada tahun 2022, dan 1.416 pada tahun 2023.

        Sebaliknya, penjualan Toyota relatif stabil dengan 7.704 unit pada tahun 2020, 9.633 unit pada tahun 2021, 6.405 unit pada tahun 2022, dan 7.248 unit pada tahun 2023.

        Baca Juga: Bocoran Budaya Kerja di BYD: Bos Besar Wang Chuanfu Kerap Bekerja hingga Malam Membahas Masalah Teknis

        Baca Juga: Penjualan Global Mobil BYD Sepanjang 2025: Terjual 4,5 Juta Unit, Ada Kenaikan Tipis

        Penjualan Tesla juga meningkat selama bertahun-tahun, tetapi tidak secepat mobil BYD. Perusahaan Elon Musk menjual 20 mobil pada tahun 2020, 924 unit pada tahun 2021, 875 unit pada tahun 2022, 941 unit pada tahun 2023, dan 2.384 unit pada tahun 2024.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: