Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dukung Ekonomi Kerakyatan, KUR Bank Mandiri Tembus Rp41 Triliun di Tahun 2025

        Dukung Ekonomi Kerakyatan, KUR Bank Mandiri Tembus Rp41 Triliun di Tahun 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bank Mandiri terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor produktif serta mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank berkode saham BMRI ini secara aktif memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar utama perekonomian nasional.

        Langkah ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional. Sepanjang Tahun 2025, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 40,99 triliun kepada 355.658 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal, dengan tingkat kredit bermasalah dibawah 1 persen.

        Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan, penyaluran ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.

        Baca Juga: Perkuat Ekonomi Kerakyatan, Kopra by Mandiri Hadirkan Fitur Kredit Agunan Deposito (KAD)

        “Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujar Riduan dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).

        Penyaluran KUR bank dengan logo pita emas itu juga menjadi selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan. Hal ini terefleksikan dari penyaluran KUR sepanjang 2025 yang didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,54 persen atau senilai Rp 25,13 triliun.

        Secara rinci, sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan nasional menyerap pembiayaan sebesar Rp 12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri. Selanjutnya, sektor jasa produksi tercatat sebesar Rp 8,76 triliun atau 21,45 persen, sektor industri pengolahan Rp 3,03 triliun atau 7,43 persen, serta sektor perikanan sebesar Rp 562 miliar atau 1,38 persen.

        “Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” kata Riduan.

        Lebih lanjut, dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

        Selain itu, Bank Mandiri konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. Program ini turut dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern. 

        Baca Juga: Langkah Nyata Bank Mandiri Pastikan Aktivitas Masyarakat Terdampak Bencana Kembali Berjalan

        Ke depan, Bank Mandiri siap mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, lewat sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi.

        “Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. UMKM yang tangguh akan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menjadi fondasi bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan nasional,” pungkas Riduan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Fajar Sulaiman
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: