Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Raffi Ahmad Ungkap Komitmen Pemerintah Tingkatkan Layanan Haji, Biaya Turun Rp7 Juta

        Raffi Ahmad Ungkap Komitmen Pemerintah Tingkatkan Layanan Haji, Biaya Turun Rp7 Juta Kredit Foto: Instagram.com/raffinagita1717
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presenter sekaligus pengusaha Raffi Ahmad mengungkapkan hasil diskusinya bersama Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Gus Irfan terkait peningkatan layanan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

        Dalam unggahannya, Raffi menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Ia menyebutkan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

        Raffi juga mengungkapkan bahwa sejak 2024, pemerintah telah berhasil menurunkan biaya haji hingga sekitar Rp7 juta sebagai upaya meringankan beban calon jamaah.

        Baca Juga: Pelayanan Jemaah Jadi Prioritas Utama dalam Penyelenggaraan Haji 2026

        Dalam perbincangan tersebut, Gus Irfan menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kuota jamaah haji sebanyak 221.000 orang, menjadikannya yang terbesar di dunia. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan menjadi mandat utama Kementerian Haji dan Umrah.

        “Memberikan pelayanan terbaik pada jamaah haji itu harus saya wujudkan dalam bentuk pelayanan yang aman, nyaman, dan harganya terjangkau,” ujar Gus Irfan dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram @raffinagita1717 pada Jumat (9/1/2026).

        Ia menambahkan bahwa pada 2025 biaya haji berhasil ditekan hampir Rp5 juta, dan kembali turun sekitar Rp2 juta pada 2026, sehingga total penurunan dalam dua tahun mencapai Rp7 juta.

        Selain fokus pada biaya, Gus Irfan juga menekankan penguatan layanan ramah lansia, ramah disabilitas, serta ramah perempuan.

        Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menambah jumlah petugas haji perempuan yang dibekali pelatihan intensif selama satu bulan.

        “Jamaah haji kita lebih banyak perempuannya. Karena itu petugas hajinya kami perbanyak dari kalangan perempuan dan persiapannya kami siapkan lebih lama,” jelasnya.

        Dalam diskusi tersebut, turut dibahas pula bagaimana penyelenggaraan haji dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

        Gus Irfan menyebut salah satu upaya yang tengah dikembangkan adalah penyediaan makanan jamaah haji di Arab Saudi yang disuplai dari Indonesia, meski harus memenuhi regulasi ketat seperti penggunaan makanan Ready To Eat (RTE).

        Raffi Ahmad bahkan berkesempatan mencicipi langsung makanan RTE yang akan disajikan kepada jamaah. Ia menyebut makanan tersebut tetap menghadirkan cita rasa khas Indonesia meski dikonsumsi di Tanah Suci.

        “Aman, top, mantap, enak,” kata Raffi usai mencicipi makanan tersebut.

        Baca Juga: Upaya Kemenhaj Tingkatkan Kualitas Konsumsi Jemaah Haji RI

        Lebih lanjut, Raffi menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam penyelenggaraan haji ke depan, khususnya dalam inovasi pelayanan, literasi digital, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia agar ekosistem pelayanan haji semakin modern, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.

        Menutup unggahannya, Raffi menyampaikan harapan agar setiap niat baik masyarakat untuk menunaikan ibadah haji senantiasa dimudahkan dan diberkahi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: