Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kekayaan Trump Disebut Meningkat Usai Invasi Venezuela, Saham TMTG Naik 4 Persen

        Kekayaan Trump Disebut Meningkat Usai Invasi Venezuela, Saham TMTG Naik 4 Persen Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela tidak hanya menimbulkan gejolak geopolitik global, tetapi juga berdampak langsung terhadap portofolio kekayaan Presiden AS Donald Trump. 

        Forbes menyebut bahwa pasca operasi militer yang dilancarkan akhir pekan lalu, aset Trump tercatat melonjak. Catatan tersebut terutama di pasar saham dan aset kripto, dengan tambahan sekitar 140 juta dolar AS atau lebih dari Rp2,3 triliun.

        Pendorong utama kenaikan ini adalah kinerja Trump Media and Technology Group (TMTG). Saham perusahaan induk yang menaungi platform media sosial Truth Social ini melonjak sekitar 4% pasca kabar invasi tersebar. Dengan kepemilikan Trump yang mencapai hampir 115 juta lembar saham, kenaikan itu setara dengan penambahan nilai sekitar 63 juta dolar AS dalam waktu singkat.

        TMTG, yang juga merencanakan merger dengan perusahaan energi Fusion dan memiliki strategi investasi di bidang kripto, ikut terdongkrak oleh sentimen positif pasar, termasuk penguatan harga Bitcoin.

        Tidak hanya saham, aset digital yang secara langsung terkait dengan Trump juga meroket. Token kripto Trump Coin yang diluncurkan menjelang pelantikannya hampir setahun lalu, menunjukkan tren penguatan harga signifikan sejak pengumuman operasi militer ke Venezuela, meski dengan catatan mengenai likuiditas terbatas.

        Kenaikan gabungan dari portofolio saham dan kripto ini berkontribusi besar pada peningkatan kekayaan bersih Trump, yang kini diperkirakan Forbes mencapai 7,3 miliar dolar AS. 

        Jika sebelumnya Trump bergantung pada bisnis real estate tradisional, kini sekitar dua pertiga dari pertumbuhan kekayaannya sebagai figur publik justru didorong oleh eksposur ke bisnis kripto dan pasar modal.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: