Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bithour Production Dominasi Ajang Penghargaan Kreatif Lewat Kekuatan Data dan Storytelling

Bithour Production Dominasi Ajang Penghargaan Kreatif Lewat Kekuatan Data dan Storytelling Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam industri kreatif dan pemasaran, reputasi sebuah agensi kini tidak lagi hanya diukur dari popularitas iklan atau besarnya profil klien. Pengakuan industri melalui ajang penghargaan bergengsi seperti Citra Pariwara, IdeaFest, hingga Marketing Excellence Awards telah menjadi parameter utama bagi pemilik merek untuk menilai reputasi serta kualitas kerja sebuah agensi secara objektif.

Perkembangan industri yang dinamis ini mendorong munculnya agensi-agensi baru yang mampu menetapkan standar kualitas lebih tinggi. Salah satu nama yang mulai diperhitungkan adalah Bithour Production, sebuah agensi yang menonjolkan kekuatan pada aspek riset dan teknik penyampaian cerita atau storytelling, sehingga posisinya kini mulai disejajarkan dengan para pemain besar di panggung penghargaan industri.

Keunggulan Bithour Production terlihat dari konsistensi karya mereka yang mengombinasikan ide strategis dengan eksekusi yang matang di berbagai festival kreatif. Dalam beberapa tahun terakhir, komitmen tersebut membuahkan hasil berupa pencapaian di berbagai kategori, mulai dari digital content, short film, KOL activation, hingga creative campaign yang berdampak luas.

Baca Juga: Prasasti Sebut Tren Positif Sektor Ekonomi Kreatif Berpeluang Menjadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sejumlah profesional di industri menyebut, kehadiran mereka dalam ajang kompetisi bisa menjadi tolok ukur kualitas bagi peserta lain. Dengan visi Beyond Creativity into Legacy, Bithour Production tak sekadar menciptakan ide viral, tetapi merancang kampanye yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada performa bisnis klien.

Di balik setiap karya, Bithour Production menanamkan prinsip bahwa kreativitas sejati bukan hanya tentang menarik perhatian, tetapi tentang mengubah perhatian itu menjadi penjualan dan loyalitas jangka panjang. Pendekatan ini membuat setiap campaign Bithour Production tidak berhenti di awareness, melainkan dirancang untuk memberi hasil nyata di pasar dari peningkatan engagement, brand recall, hingga konversi penjualan. Karena bagi Bithour Production, warisan sebuah brand tidak diukur dari seberapa sering dibicarakan, tetapi seberapa lama ia bisa bertahan dan terus menghasilkan.

“Ide tanpa data hanyalah asumsi. Kami mencari masalah pasar yang bisa dimenangkan, lalu menggeser market share untuk klien kami,” ujar CEO sekaligus Executive Producer, Deodatus Utomo.

Pendekatan berbasis riset ini membuat karya Bithour Production tidak hanya menarik secara visual, tapi juga relevan dengan kebutuhan pasar. “Kami bukan agency yang jual omongan,” tegas Mutia Aprillia, Marketing Executive Bithour Production.

“Setiap kali kami pitching, kami investasi awal di pihak kami mulai dari konsep, animasi, sampai FGD dengan nominal yang tidak kecil, bahkan sebelum ada kontrak. Karena kalau kami percaya sama ide kami, itu harus terepresentasi dalam komitmennya. Itu yang bikin winning rate kita besar," tambah dia.

Beberapa brand besar menjadi bukti nyata efektivitas pendekatan Bithour Production. Gree, misalnya, berhasil menembus posisi tiga besar pasar AC di Indonesia setelah lima tahun bermitra dengan Bithour Production, sebuah capaian yang lahir dari strategi komunikasi yang konsisten dan relevan terhadap perilaku konsumen lokal.

Baca Juga: Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit

Sementara itu, Agatis mencatat pertumbuhan signifikan melalui perluasan kanal distribusi hingga masuk ke jaringan Gramedia Indonesia, berkat kampanye 360° marketing yang dirancang untuk memperkuat awareness sekaligus mendorong penjualan. Bukan hanya b2c, brand lain seperti Japfa dan Telin by Telkomsel juga mengembangkan channel-nya dari pendekatan berbasis riset dan data yang diterapkan Bithour Production dalam setiap kolaborasi.

Meski diakui banyak pihak, Bithour Production tetap membatasi jumlah klien demi menjaga kualitas. Mereka hanya membuka slot pitching terbatas setiap kuartal, membuat sejumlah brand besar rela menunggu hingga beberapa minggu untuk mendapatkan jadwal presentasi. Beberapa Marketing Manager menyebut, keputusan menunggu tersebut dianggap sebanding dengan kualitas hasil yang mereka dapatkan.

Reputasi Bithour Production kini banyak dibicarakan melalui word of mouth di kalangan profesional industri. Nama mereka sering muncul dalam diskusi informal antar Brand Manager dan pelaku kreatif sebagai salah satu agency yang layak dijadikan partner strategis. Dengan pendekatan berbasis riset dan kontrol kualitas yang kuat, Bithour Production terus menunjukkan bahwa kreativitas yang berdiri di atas data mampu menciptakan karya yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi brand.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: