Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jumlah Investor Pasar Modal Naik 5,34 Juta Sepanjang 2025

Jumlah Investor Pasar Modal Naik 5,34 Juta Sepanjang 2025 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia meningkat signifikan sepanjang 2025. Hingga 23 Desember 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 20,2 juta, setelah bertambah 5,34 juta investor baru dalam satu tahun, seiring menguatnya partisipasi masyarakat dalam investasi pasar modal.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK Eddy Manindo Harahap mengatakan, lonjakan jumlah investor tersebut mencerminkan keberhasilan strategi inklusi dan literasi keuangan yang dijalankan secara konsisten oleh regulator bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

“Capaian jumlah investor pasar modal pada 2025 melampaui target dan menunjukkan antusiasme masyarakat yang semakin tinggi terhadap investasi di pasar modal,” ujar Eddy dalam Konferensi Pers Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2025, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga: Pasar Modal Cetak Rekor, Penghimpunan Dana Capai Rp268 Triliun

Berdasarkan data OJK, struktur investor individu masih didominasi kelompok usia di bawah 40 tahun dengan porsi lebih dari 79% dari total SID. Dominasi generasi muda tersebut dinilai memperkuat basis investor domestik dan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pasar modal Indonesia dalam jangka panjang.

Pertumbuhan jumlah investor ritel turut berdampak pada peningkatan likuiditas pasar. Sepanjang 2025, rata-rata nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp18,06 triliun, meningkat 40,54% secara year to date dibandingkan tahun sebelumnya. OJK menilai meningkatnya partisipasi investor ritel berperan signifikan dalam mendorong aktivitas perdagangan di pasar sekunder.

Eddy menjelaskan, peningkatan jumlah investor tidak terlepas dari masifnya program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan sepanjang tahun. Selama 2025, OJK melaksanakan 95 kegiatan edukasi dan sosialisasi pasar modal, serta lima kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT).

Baca Juga: IHSG To The Moon, Investor Pasar Modal Tembus 20 Juta

Program edukasi tersebut menjangkau berbagai wilayah di Indonesia, termasuk daerah di luar pusat ekonomi seperti Sumatera Barat, Papua, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan sejumlah wilayah di Jawa. Menurut OJK, perluasan jangkauan edukasi tersebut memperkuat inklusivitas pasar modal dan membuka akses investasi yang lebih luas bagi masyarakat.

OJK juga menilai bertambahnya basis investor domestik berperan sebagai penyangga stabilitas pasar di tengah fluktuasi aliran dana global. Dengan struktur investor yang semakin beragam, pasar modal dinilai lebih resilien menghadapi dinamika eksternal.

Ke depan, OJK akan terus mendorong peningkatan kualitas investor ritel melalui penguatan literasi keuangan, perlindungan investor, serta pengembangan produk pasar modal yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga pasar modal Indonesia tetap likuid, stabil, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Uswah Hasanah
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement

Bagikan Artikel: