- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
PLN Dampingi Warga Tarumajaya Kembangkan Budidaya Lele untuk Kemandirian Ekonomi
Kredit Foto: Istimewa
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) terus menggenjot upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pengembangan budidaya ikan lele di Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Program ini kini menunjukkan progres nyata sebagai penggerak kemandirian ekonomi warga berbasis potensi lokal.
Dilaksanakan di Kampung Bendungan, Desa Pantai Makmur, program budidaya lele yang mulai berjalan sejak pertengahan tahun 2025 tersebut dirancang tidak hanya sebagai bantuan sarana produksi, tetapi juga sebagai penguatan kapasitas usaha masyarakat. PLN memberikan dukungan berupa kolam budidaya, sarana pendukung, pembibitan, serta pendampingan teknis dan manajerial kepada kelompok usaha yang tergabung dalam Koperasi Bendungan Mandiri.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Yasir, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“PLN tidak hanya hadir melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Budidaya lele di Tarumajaya kami dorong agar menjadi usaha produktif yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Yasir.
Baca Juga: Lewat Program Desa Berdaya, PLN Kembangkan Pertanian Berbasis Teknologi di Desa Sodong
Seiring berjalannya program, aktivitas budidaya lele mulai berkembang secara lebih terstruktur. Kelompok penerima manfaat menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola kolam, mengatur siklus produksi, serta memanfaatkan hasil panen sebagai sumber pendapatan tambahan. Program ini juga mendorong tumbuhnya kepercayaan diri masyarakat dalam mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelompok.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP JBB, Nur Akhsin, menegaskan bahwa pendekatan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program TJSL.
“Kami ingin program ini tidak berhenti pada bantuan awal. Pendampingan yang konsisten menjadi penting agar masyarakat mampu mengelola usaha dengan lebih efisien, adaptif, dan siap berkembang,” ungkapnya.
Pemerintah desa setempat turut mengapresiasi inisiatif PLN. Kepala Desa Pantai Makmur, H. Mursan Hamdani, S.E., menilai program budidaya lele telah memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.
“Program ini membantu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat kami. Budidaya lele kini menjadi salah satu aktivitas produktif yang mendorong pergerakan ekonomi desa,” ujarnya.
Baca Juga: PLN Indonesia Power Borong Apresiasi EBTKE 2025
Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Bendungan Mandiri, Moh. Efendi, S.H.I., yang menyebut program PLN sebagai penguat fondasi ekonomi berbasis komunitas.
“Dukungan dari PLN memberi kami kepercayaan dan motivasi untuk mengelola usaha secara lebih serius. Budidaya lele ini menjadi pintu masuk bagi penguatan koperasi dan pemberdayaan anggota,” tuturnya.
Melalui program pengembangan budidaya lele ini, PLN UIP JBB menegaskan perannya sebagai mitra strategis masyarakat dalam mendorong ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, PLN berkomitmen untuk terus mengawal keberlanjutan program agar manfaatnya semakin luas dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir Tarumajaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement