Kredit Foto: Istimewa
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat perannya dalam diplomasi ekonomi global seiring awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa Kadin berupaya memastikan suara pelaku usaha Indonesia tersampaikan dalam berbagai forum ekonomi internasional.
“Kami memastikan para pelaku usaha Indonesia yang hadir dapat berbicara di berbagai forum kongres, agar pemikiran dunia usaha Indonesia bisa tersampaikan seiring dengan gagasan pemerintah,” ujar Anindya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).
Adapun salah satu agenda utama diplomasi ekonomi tersebut adalah keterlibatan Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Davos 2026. Dijadwalkan, Presiden RI Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato pada sesi pleno 22 Januari 2026 sementara Indonesian Night akan digelar sehari sebelumnya sebagai ajang jejaring strategis.
Baca Juga: Kadin Siapkan Empat Agenda Jaga Ketahanan Ekonomi
Anindya menilai, Davos menjadi forum penting untuk menyeimbangkan posisi Indonesia di tengah peta kekuatan ekonomi global yang semakin terfragmentasi.
“Yang menarik, di Davos ini banyak dibicarakan soal triple bubble. Pertama adalah artificial intelligence (AI), apakah sudah masuk fase gelembung atau belum. Kedua adalah utang, karena saat ini jumlah utang global sangat besar. Dan ketiga adalah kripto. Semua ini akan menjadi bahan diskusi,” ujarnya.
Sekedar informasi, selain Davos, gelaran ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference juga akan diselenggarakan Kadin pada 7–9 Februari 2026 di Jakarta sebagai kanal strategis diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Asia Pasifik.
Baca Juga: Apindo dan Kadin Optimistis Ekonomi dan Industri AMDK Tumbuh di 2026
Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega menyampaikan bahwa konferensi tersebut akan membawa isu-isu utama kawasan.
“ABAC Business Conference akan menekankan empat isu utama, yakni konektivitas, integrasi regional, keberlanjutan, dan ASEAN. Dari 21 ekonomi Asia Pasifik, tujuh di antaranya berada di ASEAN, sehingga kawasan ini memiliki posisi strategis,” ujar Bernardino.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement