UEA dan Qatar Akan Bergabung Pax Silica, Siap Amankan Rantai Pasok Chip Bareng Trump
Kredit Foto: Istimewa
Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) akan segera bergabung dalam inisiatif bernama Pax Silica. Inisiatif tersebut hadir untuk mengamankan rantai pasok kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor global
Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Urusan Ekonomi, Jacob Helberg mengatakan bahwa inisiatif itu hadir untuk melindungi seluruh rantai pasok teknologi, mulai dari mineral kritis, manufaktur canggih, komputasi hingga infrastruktur data.
Baca Juga: China Minta Pengusaha Tunda Pembelian Chip Nvidia H200
“Deklarasi Silicon bukan sekadar komunike diplomatik,” kata Helberg, dilansir dari Reuters, Senin (12/1).
“Dokumen ini dimaksudkan sebagai panduan operasional bagi konsensus baru keamanan ekonomi," tambahnya.
Program Pax Silica ini menjadi salah satu pilar utama strategi economic statecraft untuk mengurangi ketergantungan pada negara pesaing dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Kelompok Pax Silica saat ini mencakup Israel, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Inggris, dan Australia.
Helberg menegaskan bahwa inisiatif ini berbeda dari aliansi tradisional karena dibangun sebagai koalisi kapabilitas, dengan keanggotaan didasarkan pada kekuatan industri dan perusahaan yang dimiliki masing-masing negara.
Bergabungnya Uni Emirat Arab dan Qatar diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sektor energi menuju ekonomi yang lebih terdiversifikasi dan berbasis teknologi.
“Bagi kedua negara, ini menandai pergeseran dari arsitektur keamanan yang berfokus pada hidrokarbon ke pendekatan yang berpusat pada silicon statecraft,” ujarnya.
Baca Juga: NTT: Jepang Perlu Strategi Niche Demi Bangkitkan Industri Chip
Helberg menambahkan bahwa pada tahun ini pihaknya akan memprioritaskan perluasan keanggotaan, pembangunan proyek strategis untuk mengamankan rantai pasok serta koordinasi kebijakan guna melindungi infrastruktur dan teknologi penting.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement