Kredit Foto: Istimewa
Bursa Saham Amerika Serikat (AS) Wall Street ditutup menguat dan mencetak rekor penutupan tertinggi pada perdagangan di Jumat (9/1). Kenaikan didorong oleh kenaikan saham-saham produsen chip.
Dilansir dari Reuters, Senin (12/1), S&P 500 naik 0,65% ke 6.966,28, Nasdaq Composite menguat 0,82% ke 23.671,35, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,48% ke 49.504,07.
Baca Juga: Kekayaan Trump Disebut Meningkat Usai Invasi Venezuela, Saham TMTG Naik 4 Persen
Ketiga indeks utama mencatatkan penguatan signifikan, ditopang kenaikan sektor material, industri dan sektor lain yang dalam beberapa tahun terakhir tertinggal dibandingkan saham teknologi.
Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan lapangan kerja di Desember. Namun, penurunan tingkat pengangguran ke 4,4%. Hal itu mengindikasikan pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan yang tajam.
Kepala Manajemen Portofolio Horizon Investments, Zachary Hill mengatakan investor kini semakin selektif dalam menilai tema kecerdasan buatan (AI).
“Investor mulai memilah pemenang dan pecundang, baik dari sisi subtema maupun emiten individual,” ujarnya.
Menurut Hill, kondisi tersebut justru menjadi perkembangan positif karena menandakan pasar mulai memasuki fase monetisasi teknologi akal imitasi , di mana potensi peningkatan pendapatan dapat terlihat secara lebih nyata.
Adapun Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat telah menyatakan tidak akan segera mengeluarkan putusan terkait legalitas kebijakan tarif luas yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca Juga: BEI Minta Penjelasan Soal Pergerakan Saham, Ini Jawaban Manajemen DADA
Keputusan tersebut membuat investor yang sebelumnya menantikan kepastian kebijakan masih berada dalam ketidakjelasan, dengan potensi volatilitas pasar meningkat jika tarif tersebut nantinya dibatalkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement