Mendag Minta Asosiasi Franchise Indonesia Jajaki Business Matching Mulai Mei 2025
Kredit Foto: Istimewa
Sementara itu, Ketua Umum AFI Anang Sukandar menyampaikan, asosiasi waralaba ingin mendorong usaha-usaha waralaba lokal. Di negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Malaysia, dan Singapura, sekitar 55 persen usaha waralaba bergerak di sektor makanan dan minuman (mamin). Karakteristik ini, menurut Anang, menunjukkan peluang yang besar bagi Indonesia untuk memasuki pasar waralaba di tingkat global.
“Kalau kita lihat, Indonesia berpeluang sekali untuk mengembangkan bisnis waralaba. Ada sepuluh jenis masakan Indonesia yang khas, saya kira itu bisa dikembangkan. Saya kira, peluang kita cukup banyak. Saya imbau para pengusaha untuk menekuni bidang-bidang yang memang bisa dikembangkan,” kata Anang.
Salah satu perusahaan waralaba yang ikut serta dalam IFRA x ICE 2025 adalah Kopi Titik Koma. Co-Founder Kopi Titik Koma, Ditya Wardhana, menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar semakin mendukung pengembangan merek waralaba lokal. Dukungan pemerintah sangat penting untuk semakin memperkenalkan merek waralaba Indonesia sehingga dapat terus bersaing dengan merek waralaba luar.
“Target kami adalah memperkenalkan merek waralaba kita dan mengajak semakin banyak orang untuk menjadi mitra. Pemerintah perlu terus mendukung merek-merek lokal, terutama yang memiliki kandungan dalam negeri yang cukup tinggi. Kami harap perizinan dan perlindungan hukum akan semakin didukung pemerintah,” ujar Ditya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement